Kenapa selalu dia yang digoda? Kenapa selalu dia menanggung derita?
Gembira dunia tanpa rasa neraka, gembira sementara tiada rasa selamanya.
Kemana hilang cincin kawanan?
Kata berduka bersama-sama tapi yang tinggal bekas bayangan.
Dulunya dia seorang sanjungan, tapi kini hanyalah gelendangan.
Dulunya dia berpengaruh, tapi kini dia dipandang seorang lumpuh.
Dulunya dia pengaman sengketa, tapi kini dia dianggap malapetaka.
Belum cukupkah tomahan yang dilontar oleh mereka?
Tomahan yang hampir memadam cahaya.
Sakit hatinya tiada yang merasa. Sakit badannya tiada yang bertanya.
Apa? Bagaimana? Dimana?
Bagaimana kita seorang insan.... Tiada rasa untuk menghulur tangan... Sedang dia berhempas pulas untuk memperbetul keadaan.