Saturday, 10 May 2014

Hutan

Hutan engkau hijau
Legasimu seusia alam
Hutan engkau sayu
Nadamu disuara hidupan didalam
Hutan engkau pengubat
Ubatmu penyembuh alam
Hutan engkau indah
Terbinamu hiasan tersenggam

Tapi engkau didengki
Dengkinya sakit pedih
Kini hutan suram
Kini hutan pejam
Kini hutan terdiam
Kini hutan pemusnah alam

Pori pori mu berterbang
Pori pori mu bertahan
Darat menanti pori pori mu
Tapi kuasa dengki membatasi
Hasrat benih itu

Akhir dunia pendengki sengsara
Padah diterima setimpal setara
Angkara mereka tiada berupa.

No comments:

Post a Comment